Kamis, November 20, 2008

Tiga Hari Menjelang ARMINA

Tiga hari menjelang ARMINA (Arafah Mina) berarti tanggal 4 Dzul Hijjah seluruh armada bis sudah ditarik dari Mekkah dan dikumpulkan di Arafah. Bis-bis ini akan diatur lagi di Arafah untuk keperluan transportasi saat pelaksanaan Haji pada tanggal 8 hingga 13 Dzul Hijjah. Dengan demikian selama 3 hari menjelang hari Armina para jama'ah tidak lagi dapat menggunakan transportasi Bis Gratis dari pemondokan ke Masjidil Haram demikian pula sebaliknya. Tidak sedikit para jama'ah yang berjalan kaki atau naik taxi untuk menuju Masjidil Haram. Jika naik taxi dari Aziziah taripnya 10 real/orang, kalau dari tempat lain penulis tidak mengetahuinya dengan pasti tetapi menurut informasi rata-rata para sopir taxi mematok tarip 10 real/orang.

Klik Read More untuk melihat dokumentasinya.


Para Jama'ah antri menunggu Bis untuk menuju Masjidil Haram. Suasana seperti ini terjadi hampir setiap waktu hingga 3 hari menjelang hari Armina, antrian semakin padat saat mendekati waktu sholat fardlu. Lokasi : Aziziah

Suasana H-3 di terminal Bis Aziziah. Sepi dan tidak ada transportasi Bis menuju Masjidil Haram karena seluruh Bis ditarik ke Arafah untuk persiapan Puncak Haji.

Tidak sedikit para jama'ah yang sudah memulai perjalanan (H-3) menuju Arafah dengan berjalan kaki dari Mekkah. Sebagian besar jama'ah menunggu angkutan Bis untuk menuju Arafah. Lokasi : Terowongan Aziziah.

Suasana Perjalanan menuju Arafah dilihat dari Pemondokan di Aziziah. Berikut saat para jama'ah saat istirahat sejenak di Aziziah untuk sarapan pagi sebelum melanjutkan perjalanan (jalan kaki) menuju Arafah.








Persiapan Menuju Arafah, menunggu Bis angkutan.

Rabu, November 19, 2008

Urutan Ibadah Haji


Klik read more untuk urutan ibadah Haji selanjutnya













Minggu, November 09, 2008

Urutan Umroh Haji



Klik Read More untuk urutan selanjutnya








Selasa, November 04, 2008

Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Setelah menempuh penerbangan +/- 13 jam dari Balikpapan ke Jeddah para calon jama'ah haji tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Bandara ini merupakan salah satu Bandara dari beberapa bandara yang merupakan tempat tujuan pendaratan para Jama'ah Haji/Umroh sebelum menuju ke Madinah/Makkah. Setibanya di bandara ini petugas Bandara, petugas haji dan Beacukai setempat melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dan dokumen para jama'ah. Sebagaimana juga yang dilakukan di embarkasi.

Lebih kurang memakan waktu 4 jam mulai kedatangan hingga siap diberangkatkan menuju Madinah. Selama menunggu kita dapat melakukan berbagai aktifitas seperti beristirahat, sholat, ke kamar kecil, beli kartu perdana Mobili atau Al-Jawal untuk hand phone kita. Kartu Mobili sangat jauh lebih murah baik untuk terima maupun untuk telphone ke tanah air.

Berikut adalah photo saat kami berada di Bandara King Abdul Azis Jeddah setelah pemeriksaan seluruh dokumen dan kami menuju ke ruang tunggu untuk siap menuju Madinah.



Selasa, Oktober 14, 2008

Rafats, Fasik dan Jidal

Cegah Rafats, Fasik dan Jidal selama berhaji sebagaimana dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah r.a., yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Muslim, Rasullulah SAW bersabda : " Barang siapa berhaji dan tidak melakukan rafats dan kefasikan maka ia telah kembali dari haji seperti seorang bayi yang baru dilahirkan ibunya ". Baca juga pengertian Rafats, Fasik dan Jidal di http://www.almanhaj.or.id/content/411/slash/0

Senin, Oktober 13, 2008

Kegiatan di Embarkasi Haji

Kegiatan di Embarkasi Haji cukup padat, gunakan waktu sebaik mungkin untuk istirahat. Hindari kegiatan mencuci pakaian karena besar kemungkinan belum kering saat kita masuk kepersiapan penerbangan. Hindari makan makanan yang pedas dan makanan dari luar termasuk kiriman keluarga. Beberapa tahun terakhir ini Depag telah melarang makanan dari luar masuk ke Embarkasi selain Catering yang telah disiapkan. Menurut cerita petugas haji, pernah terjadi keracunan makanan sehingga proses pemberangkatan menjadi terganggu.

Selama di Embarkasi kami seperti diisolasi, keluargapun dilarang berkunjung dan menemui kami di Embarkasi. Keluarga hanya dapat melambaikan tangan dari luar pagar pembatas. Banyak keluarga yang kecewa karena tidak dapat bertemu langsung apalagi untuk bersalaman dan berpelukan. Terlihat tidak sedikit para keluarga yang harus membawa pulang kembali oleh-oleh atau sekedar makanan untuk kita, karena memang dilarang. Terlihat sekali wajah-wajah kecewa mereka.

Untuk itu kita perlu memberitahu kepada sanak keluarga untuk tidak mengantar dan datang ke Embarkasi karena sampai disanapun kita tidak dapat bertemu.

Selain kegiatan-kegiatan sebagaimana tertera pada gambar di atas, Depag melalui Dinas Kesehatan juga membagi tas pinggang berisi obat-obatan seperti diatabe, oralit, perban, masker, handyplast dan beberapa vitamin juga masker. Namun demikian sangat dianjurkan para calon jama'ah membawa sendiri obat-obatan pribadi.