Multazam merupakan dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka'bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdoa, yang dipergunakan oleh jama'ah Haji dan Umroh untuk berdoa/ bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan Tawaf. Rasulullah SAW bersabda, "Antara Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah, yang disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya"
Kamis, Maret 26, 2015
Persiapan Sebelum Berangkat Haji/Umroh
Sabtu, September 05, 2009
Sholat Sunnah, Baca Qur'an, Dzikir, Berdoa

Tidak sedikit yang bertanya "Ngapain lagi ya". Kalimat ini sesekali menyelinap dihati kita baik saat berada di Madinah maupun di Makkah. Kalimat yang sering kali terlontar baik saat kita menunaikan rangkaian ibadah Haji/umroh maupun disaat kita berada di Masjid Nabawi ataupun Masjidil Haram.
Berikut tips penting yang dapat membantu :
Sangat penting bagi jamaah haji untuk membaca dan "mempelajari" berulang-ulang dengan sangat serius 3 buku hijau yang dibagikan oleh Departemen Agama RI yaitu (1). Buku Panduan Perjalanan Haji. (2). Buku Bimbingan Manasik Haji. (3). Buku Hikmah Ibadah Haji.
Mengikuti Rangkaian Manasik Haji baik yang diselenggarakan Depag maupun KBIH. Dengan membaca dan mempelajari ke tiga buku dimaksud, InsyaAllah pemahaman akan semakin baik saat melakukan Manasik Haji terlebih saat pelaksanaan Haji/Umroh.
Selalu ingat untuk melaksanakan berbagai amalan sholat sunnah baik sebelum maupun sesudah sholat Fardlu. Sholat-sholat tersebut antara lain : Sholat Sunah Tahiyyatul Masjid, Sholat Sunah Rawatib, Sholat Subnah Dhuha, Sholat Sunah Tahajjud, Sholat Sunah Taubat, Sholat Sunah Tasbih, Sholat Sunah Hajat. Selalu lakukan dan lakukan.
Selalu diusahakan untuk Baca Al-Qur'an, kalaupun belum bisa baca Al-Qur'an maka mulailah dari saat ini untuk mempelajarinya. InsyaAllah dengan adanya niat yang sangat kuat Allah SWT akan memberikan kemudahan untuk cepat bisa baca Al-Qur'an. Kalaupun belum bisa jangan sia-siakan waktu kita disana, tetaplah membaca Al-Qur'an meskipun hanya baca artinya.
Manfaatkan waktu luang dengan Berdzikir, berdoa dan Instropeksi diri. (Bawa buku-buku Dzikir dan Doa).
Semoga bermanfaat. Lihat juga blog rekan saya Ir. H. Mohamad Adriyanto, MSM, Sholat Dhuha di Tanah Suci. klik disini
Minggu, Februari 01, 2009
6 Jam Saat di Arafah
Saat tegaknya Matahari tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbenamnya matahari adalah waktu Arafah yang telah ditetapkan, diawali dengan sholat dzuhur dan dilanjutkan dengan khotbah arafah dan dzikir serta doa hingga terbenamnya Matahari. Saat itu seluruh jema'ah haji berkumpul dan bermunajat kepada Allah SWT.
Manfaatkan waktu 6 jam di Padang Arafah dengan maksimal. Jangan lewatkan kesempatan yang hanya beberapa jam ini untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta. 6 jam terpenting dalam hidup kita.
Kamis, November 20, 2008
Tiga Hari Menjelang ARMINA
Klik Read More untuk melihat dokumentasinya.
Para Jama'ah antri menunggu Bis untuk menuju Masjidil Haram. Suasana seperti ini terjadi hampir setiap waktu hingga 3 hari menjelang hari Armina, antrian semakin padat saat mendekati waktu sholat fardlu. Lokasi : AziziahSelasa, November 04, 2008
Bandara King Abdul Aziz Jeddah
Lebih kurang memakan waktu 4 jam mulai kedatangan hingga siap diberangkatkan menuju Madinah. Selama menunggu kita dapat melakukan berbagai aktifitas seperti beristirahat, sholat, ke kamar kecil, beli kartu perdana Mobili atau Al-Jawal untuk hand phone kita. Kartu Mobili sangat jauh lebih murah baik untuk terima maupun untuk telphone ke tanah air.
Berikut adalah photo saat kami berada di Bandara King Abdul Azis Jeddah setelah pemeriksaan seluruh dokumen dan kami menuju ke ruang tunggu untuk siap menuju Madinah.


Selasa, Oktober 14, 2008
Rafats, Fasik dan Jidal
Senin, Oktober 13, 2008
Kegiatan di Embarkasi Haji
Selama di Embarkasi kami seperti diisolasi, keluargapun dilarang berkunjung dan menemui kami di Embarkasi. Keluarga hanya dapat melambaikan tangan dari luar pagar pembatas. Banyak keluarga yang kecewa karena tidak dapat bertemu langsung apalagi untuk bersalaman dan berpelukan. Terlihat tidak sedikit para keluarga yang harus membawa pulang kembali oleh-oleh atau sekedar makanan untuk kita, karena memang dilarang. Terlihat sekali wajah-wajah kecewa mereka.
Untuk itu kita perlu memberitahu kepada sanak keluarga untuk tidak mengantar dan datang ke Embarkasi karena sampai disanapun kita tidak dapat bertemu.
Selain kegiatan-kegiatan sebagaimana tertera pada gambar di atas, Depag melalui Dinas Kesehatan juga membagi tas pinggang berisi obat-obatan seperti diatabe, oralit, perban, masker, handyplast dan beberapa vitamin juga masker. Namun demikian sangat dianjurkan para calon jama'ah membawa sendiri obat-obatan pribadi.
Jumat, Oktober 10, 2008
Kuatkan Impian
Sepulang dari menunaikan Ibadah Haji 4 Januari 2008, beberapa pertanyaan selalu muncul dan terbayang dalam benak Saya. Apa yang harus Saya lakukan sepulang dari Haji, bagaimana Saya harus menata diri, apa yang sudah Saya peroleh dari sebuah perjalanan haji. Apakah Haji Mabrur akan datang dengan sendirinya ?Dalam berbagai kesempatan Ta'lim, secara terpisah Saya selalu mencoba bertanya, apa yang harus Saya lakukan sepulang dari Haji ? Ternyata dari kesempatan seperti inilah berlahan kita akan mendapatkan "pencerahan, penjelasan, arahan dan bimbingan".
Sebagaimana skema di atas, Impian untuk menjadi Haji Mabrur harus dijadikan Tekad dan Tujuan akhir dari sebuah perjalan Haji.
Minggu, September 28, 2008
Perjalanan Jeddah - Madinah
Foto : Terminal Bis Indonesia di Bandara King Abdul Aziz Jeddah
Sebelum berangkat menuju Madinah seluruh paspor akan dikumpulkan oleh petugas (Mahasiswa Indonesia yang bekerja musiman), dicek lagi dan diserahkan kepada sopir bis. Sopir bis adalah tenaga musiman yang datang dari berbagai Negara, sopir kami adalah orang Banglades yang tidak bisa bahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia. Untuk berkomunikasi kami dibantu oleh salah seorang Jama’ah yang hanya sedikit bisa bahasa Arab selebihnya kami pakai bahasa isyarat. Yang luar biasa sang sopir tidak hafal jalan menuju Madinah. Apalagi Saya selaku Ketua Rombongan. Dengan bahasa Isyarat saya selalu sarankan untuk singgah dan bertanya jalan menuju Madinah. Ketua Rombongan memang disediakan kursi disamping sopir, kalau di tanah air adalah kursi buat kernet bis. Kebingungan itu selalu berulang, kali ini dia mulai mematikan kipas angin, apa yang terjadi ? Ternyata kami baru paham setelah kawan kami dalam bahasa arab mencoba bertanya, kira-kira dalam bahasa Indonesianya “ada apa Pak Sopir”, dia jawab “Sedekah, sedekah, …., sambil menoleh kebelakang” barulah kami paham, Saya baru teringat pesan pembimbing haji kami Bpk. H. Qomaruddin, jangan lupa kasih tips buat sopir. Setelah berdiskusi dengan salah seorang Ketua Regu bergegas Saya umumkan dari pengeras suara untuk menyiapkan 2 real/orang, 1 real untuk sedekah ke sang sopir dan 1 real untuk persiapan bongkar barang di hotel. Tidak berselang lama, tiba-tiba AC (air conditioner) dihidupkan, haaaa…ternyata bisnya ber AC…, rupanya ini ujian selamat datang buat kami. Setelah itu urusan lancar, bis melaju kencang tanpa bingung lagi. Selama perjalanan kami melakukan shalat di atas Bis. Pemeriksaan paspor dilakukan sebanyak 3 kali yaitu saat keluar Jeddah, di perbatasan Jeddah Madinah dan saat masuk kota Madinah.
Foto : Terminal tempat pemeriksaan Paspor di Madinah
Di Madinah ini pemeriksaan paspor dilakukan +/- 1 jam di sebuah tempat mirip terminal (lebih tepat seperti lapangan parkir yang luas), prosesnya lama karena harus menunggu giliran pemeriksaan. Disana ada beberapa tenda petugas pemeriksa Paspor, juga terlihat 3 orang Mukimin Indonesia yang juga bertugas sebagai penterjemah sekaligus membagikan nasi kotak, jeruk dan minuman kepada para jama'ah di dalam bis, mereka adalah para Mahasiswa yang bekerja musiman selama musim haji. Ditempat ini sopir menyerahkan paspor kepada petugas untuk diperiksa kembali. Salah seorang petugas juga naik ke dalam bis untuk menghitung jumlah jama’ah.
Kami tiba di depan hotel pukul 23.43 WAS (Waktu Arab Saudi), diperlukan waktu +/- 1 jam mulai turun dari Bis hingga masuk kekamar hotel. Saat tiba di hotel rombongan tidak serta merta diperbolehkan turun dari Bis hanya Ketua Kloter, Ketua Rombongan dan Ketua Regu yang diperbolehkan turun untuk berkoordinasi dengan petugas hotel, menentukan dan mengatur kamar bagi para Jama’ah. Kebijakan ini sangat tepat karena jika seluruh jama’ah diperbolehkan turun dari bis sementara kunci dan kamar hotel belum ditentukan maka akan kacau dan prosesnya menjadi semakin lama. Disinilah peran Ketua Kloter, Ketua Rombongan dan Ketua Regu sangat penting. Setelah menerima kunci-kunci kamar maka secara bergilir Ketua Regu mengawal anggotanya untuk memasuki kamar. Gunakan Lift dan juga tangga darurat untuk menuju kamar sehingga tidak terjadi penumpukan di loby hotel. Pastikan Ketua Rombongan dan Ketua Regu tetap berada di loby hotel untuk mengawal koper saat diturunkan dari Bis hingga dibawaa ke kamar hotel. Bongkar muat ini dilakukan oleh para tenaga kerja (buruh) yang sudah siap di hotel, mereka adalah tenaga musiman yang datang dari berbagai Negara seperti Kuwait, Banglades, dan Syria. Upahnya sampai ke kamar hotel adalah 1 Real/orang. Jadi kalau dalam 1 regu ada 12 orang maka upahnya 12 Real. Demikian juga kalau memuat koper dari kamar hotel hingga penyusunan di atas bis. Setelah semua beres, kami mulai istirahat sejenak. Ada sisa waktu digunakan untuk rehat tanpa bisa/sempat memejamkan mata dan mulailah kami bergiliran untuk mandi. Tepat pukul 02.00 dinihari kami bersama-sama menuju Masjid Madinah untuk memulai shalat Arbain.
Minggu, September 21, 2008
Tempat Mustajab Berdoa
1. Di sekitar tempat Tawaf
2. Di Multazam
3. Di bawah Pancuran/Talang Emas/Hijir Ismail
4. Di dalam Ka'bah
5. Di sekitar sumur Zam Zam
6. Di Sofa
7. Di Marwah
8. Di sepanjang jalur Sa'i
9. Di belakang Makam Ibrahim
10. Di Arafah
11. Di Muzdalifah
12. Di Mina
13. Di sekitar Jumrah Ula
14. Di sekitar Jumrah Wusta
15. Di Sekitar Jumrah Aqobah
Diriwayatkan pula selain Al Hasan bahwasannya berdoa yang mustajab yaitu :
16. Di sekitar Hajar Aswad
17. Di sekitar dinding Ka'bah
Tempat-tempat yang Mustajab di Madinah yaitu :
1. Di Raudah
2. Di Masjid Quba
Jumat, September 19, 2008
Syukuran Haji
Berikut beberapa foto kawan-kawan Jemaah Mushola Al-Hijrah yang hadir dalam Syukuran Haji tahun 2007 di rumah tempat Saya tinggal. Dalam kesempatan seperti ini mereka saling bercerita tentang pengalaman menunaikan rukun islam ke 5, berbagai pengalaman bahkan tips-tips penting kita dapatkan dalam kesempatan ini. InsyaAllah momentum ini akan semakin menambah kemantapan kita dan juga kawan-kawan yang sudah atau belum berniat Haji untuk lebih menebalkan keyakinan untuk menunaikan rukun islam ke 5 (Amien Ya Robbal Al-lamin). Demikian juga saat kepulangan dari Tanah Suci, cerita terkini tentang Tanah Haram sangatlah mereka nantikan sebagai sebuah bentuk kerinduan. (Subhanallah)


Kamis, September 18, 2008
Latihan Fisik
Saya mendapatkan informasi bahwa Jemaah Haji Turkie melakukan persiapan sejak 5 tahun sebelum keberangkatan. Dalam usia rata-rata diatas 50 tahun mereka terlihat lebih gesit dan kuat. Jalannyapun lebih cepat dibanding Saya. Sepertinya mereka tidak pernah lelah. Lain lagi cerita dari Malaysia, disana rata-rata mereka melakukan persiapan 1-3 tahun sebelum keberangkatan. Selama periode itu Jemaah Malaysia "digembleng" untuk melakukan manasik.
Latihan Fisik ini disamping bertujuan untuk melatih daya tahan tubuh dan sendi gerak juga untuk melatih metabolisme tubuh kita, mengatur waktu kencing, waktu BAB dan juga kentut. Coba saja yang jarang olah raga, jalan sedikit saja pasti kentut. Gimana kalau kita sebentar-sebentar kentut, maka kita harus wudlu lagi. Sementara kita harus tetap dalam keadaan suci. Tempat wudlu (air zam-zam) di Masjidil Haram antara lain terdapat didekat pelataran Ka'bah lurus Makam Ibrahim. Juga terdapat di luar Masjid yang letaknya cukup jauh, kita harus melewati kepadatan jemaah untuk bisa keluar Masjid, untuk menuju tempat berwudlu ini memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk kembali ketempat semula biasanya tidak mudah, terpaksa kita sholat di halaman Masjid atau naik ke Lantai 2 atau 3 Masjidil Haram yang biasanya juga sangat padat.
Latihan fisik selama di Tanah Air dimaksudkan juga agar selama menunaikan ibadah Haji badan kita tidak mudah loyo. Karena kondisi fisik baik saat di Madinah maupun di Makkah harus Prima. Karena selama periode Haji di samping kita melaksanakan Rukun dan Wajib Haji juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti Sholat Arbain, sholat-sholat sunnah, berziarah ketempat-tempat bersejarah, dzikir, mengaji baik saat di Masjid Nabawi Madinah maupun saat di Masjidil Haram. Kalau badan kita tidak fit/prima atau bahkan jatuh sakit karena kecapekan maka sungguh sangat disayangkan. Belum lagi jika kita harus berjalan kaki dari dan ketempat pemondokan. Pengalaman kami setiap hari kami pergi ke Masjid pada pukul 02.00 waktu makkah, jadi tidur kami rata-rata hanya 3 - 4 jam/hari. Jangan abaikan Latihan Fisik sebelum berangkat haji. Kondisi Prima juga sangat diperlukan saat di Arafah Mina (Armina).
Di bawah ini adalah beberapa foto saat kami melakukan Manasik (Latihan Fisik) di Balaikota Samarinda. Yang membawa megaphone adalah Bpk. Drs. H. Qomaruddin, beliau pembimbing Manasik Haji dari Yayasan Multazam Samarinda. Beliau memandu kami untuk melakukan simulasi Perjalanan Haji/Umroh. Terimakasih banyak Pak H. Qomar atas segala bimbingannya sehingga kami dapat memahami lebih baik Rukun dan Wajib Haji. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan dan RahmatNYA kepada Bapak. Amien



.jpg)
Sabtu, September 13, 2008
Check List Barang Bawaan Jemaah Haji/Umroh
1. Bantal Tiup
2. Tali Jemuran 5 meter
3. Senter Kecil
4. Peniti
5. Kain Ihram 2 stel
6. Baju Muslim/Koko 3 stel
7. Baju Gamis
8. Sarung 1 buah
9. Sandal Jepit 1 pasang
10. Sajadah Tipis 1 buah
11. Handuk Kecil 1 buah
12. Handuk Sedang 1 buah
13. Sabun Mandi Cair 1 buah
14. Shampo 1 buah
15. Pasta Gigi 1 buah
16. Sikat Gigi 1 buah
17. Sisir 1 buah
16. Kaos Putih Cina Swan Brand 6 buah
17. Celana Dalam 6 buah
18. Celana putih 3/4 2 buah
19. Celana Panjang 1 buah
20. Kopiah 1 buah
21. Obat-obatan pribadi
22. Notes + Pulpen
23. Al - Qur'an
24. Buku Dzikir dan Doa
25. Buku Pandua Haji dari Depag
26. Sabuk Hijau 1 buah (yang ada tempat guntingnya)
27. Lips Gloss 1 buah
28. Nivea 1 buah
29. Kantongan tempat batu kerikil 1 buah
30. Kantongan tempat sandal 1 buah
31. Beberapa Makanan (a.l : Mie gelas, Abon, sambal goreng tempe, bumbu pecel)
32. Masker (Dibagi saat di embarkasi oleh Depkes bersamaan obat-obatan)
33. Paspor
34. Buku Kesehatan
35. Surat Perintah Masuk Asrama Haji (SPMA)
36. Tas Pinggang 1 buah
37. Tas Gantung 1 buah (tempat Al-Qur'an, handuk kecil, celana dalam, sandal, dll)
38. Tas Paspor, Tas Jinjing, Koper (Dibagi oleh Bank)
39. Kaos Kaki 2 buah (antisipasi musim dingin)
40. Kecap Manis Kecil 1 buah
41. Gunting Kuku 1 buah
42. Ransel Sedang 1 buah (dipakai saat menuju Arafah, Muzdalifah, Mina)
43. Jepitan Jemuran.
44. Rinso Shaset
45. Handphone tanpa camera + Charger
46. Camera + Baterai + Charger
47. Kacamata 1 buah
Kamis, September 11, 2008
Sholat dan Dzikir selama Berhaji/Umroh
Selama berada berada di Tanah Suci jangan lupa untuk mengerjakan Sholat-sholat Sunah antara lain :
1. Sholat Rawatib
2. Sholat Dhuha
3. Sholat Tahiyyatul Masjid
4. Sholat Tahajjud
5. Sholat Tasbih
6. Sholat Taubat
7. Sholat Hajat
Satu hal lagi, yaitu Sholat Jenazah. Pelajari dengan baik Sholat Jenazah karena saat kita berada di Tanah Suci terutama saat di Masjidil Haram kita hampir selalu melakukan Sholat Jenazah setelah Sholat Fardhu. Dalam beberapa kesempatan Saya sempat menghitung jumlah jenazah yang dibawa keluar Masjid setelah selesai di sholatkan, rata-rata 3 jenazah dan akan bertambah pada puncak haji hingga 10 jenazah perhari.
Baca Al-Qur'an dan perbanyak dzikir disetiap kesempatan. Di Masjid Nabawi (Madina) dan di Masjidil Haram (Makkah) terdapat banyak sekali Al-Qur'an, hampir disetiap tiang terdapat rak-rak Al-Qur'an yang tersusun rapi dalam berbagai ukuran. Al-Qur'an ini tidak boleh dibawa pulang, hanya boleh dibaca ditempat. Untuk mempermudah pemberian tanda batas bacaan sebaiknya kita membawa Al-Qur'an sendiri.
Lakukan sujud syukur setiap kita tiba disuatu tempat, ini akan memberikan dorongan bathin yang sangat luar biasa. Ini akan menambah spirit dalam setiap langkah kita dalam beribadah.
Rabu, September 10, 2008
Persiapan Untuk Meraih Haji Mabrur
Beberapa hal yang harus dipersiapkan adalah :
1. KEMAUAN YANG KUAT DAN NIAT YANG IKHLAS
Haji tidak mungkin dapat dilaksanakan kecuali dengan kemauan yang kuat. Sementara ibadah haji juga tidak akan diterima Allah SWT kecuali dengan dengan niat yang ikhlas. Kemauan dan Keikhlasan adalah dua hal yang harus terus dijaga dan ditumbuhkan dalam hati, karena keduanya dapat berubah sewaktu-waktu.
2. HARTA YANG BERSIH
Allah itu baik dan tidak akan menerima kecuali yang baik. Bersihkan harta yang akan digunakan untuk melaksanakan ibadah haji.
3. KETAKWAAN YANG KUAT
Ketakwaan yang kuat adalah modal berhaji yang sangat penting, sampai-sampai Allah berpesan dalam konteks haji secara khusus "Berbekallah kamu dan sebaik-baik bekal adalah takwa" (Q.S. 2 : 197). Semakin kuat ketakwaan kita, maka semakin baik haji kita. Takwa adalah bekal yang tidak bisa dipersiapkan mendadak. Untuk memperkuat takwa di dalam diri dibutuhkan waktu dan usaha yang keras dengan berbagai ibadah dan usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. ILMU TENTANG MANASIK HAJI
Ibadah apapun termasuk haji tidak akan diterima Allah kecuali memenuhi dua syarat yaitu niat yang ikhlas dan pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan tuntunan Rasullulah SAW. Maka pelajari dan pahami tuntunan pelaksanaan haji sesuai sunnah Rasullulah SAW sebelum berangkat haji.
5. ILMU TENTANG MAKNA AMALAN IBADAH HAJI
Ibadah haji akan menjadi ibadah yang kosong nilainya apabila kita laksanakan dengan tanpa memahami dan merasakan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Satu indikasi penting kemabruran haji kita adalah bahwa kita dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji pada kehidupannya sehari-hari setelah pulang haji. Ini tentunya tidak mungkin tercapai kalau kita tidak memahami nilai-nilai tersebut.
6. ILMU TENTANG HAL-HAL YANG MERUSAK IBADAH HAJI
Seperti Riya, Takabbur, Rafast, Fusuq, Jidal dan lain-lain. Ini sangat penting karena terkadang kita telah merasa melaksanakan ibadah dengan baik, namun ternyata dengan melakukan satu hal saja yang dilarang maka nilai ibadah kita menjadi kurang di hadapan Allah.
7. PEMBIMBING DAN TEMAN YANG BAIK DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH
Seluruh bekal di atas akan mudah disiapkan dan seluruh proses ibadah haji menjadi mudah dan nikmat apabila kita mendapatkan 2 hal yaitu :
Pertama :
Pembimbing ibadah yang sangat bertanggung jawab kepada Allah SWT, terhadap ibadah haji yang kita laksanakan, memativasi kita untuk dapat menyempurnakan ibadah hajinya bukan sebaliknya, membimbing kita untuk dapat memahami dan menanamkan makna-makna haji dalam diri kita sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua :
Teman yang mempunyai motivasi yang kuat untuk beribadah kepada Allah SWT. Teman yang baik akan mendorong kita menjadi baik. Teman yang malas akan membuat kita menjadi malas. Rasullulah SAW bersabda, seseorang akan mempunyai perilaku seperti temannya maka hendaknya setiap kamu memperhatikan siapa yang kamu jadikan teman.
Inilah diantara hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk memudahkan dalam melaksanakan ibadah haji untuk meraih Haji Mabrur. Persiapan ini akan sangat baik apabila dipersiapkan sejak dini, bila perlu MULAI SEKARANG. (Wallahu'alam, InsyaAllah).
Haji Mabrur
Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rasullulah SAW bersabda : " Tidak ada balasan bagi Haji Mabrur kecuali Surga ". Atau dalam bahasa lain tidak ada yang pantas bagi seseorang yang memperoleh Haji Mabrur kecuali Surga.
Keutamaan Haji Mabrur tidak hanya berupa balasan dalam kehidupan akhirat, tetapi juga mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa dalam kehidupan dunia seseorang yang mendapatkannya. "Seorang Haji Mabrur akan mengubah cara hidupnya kepada yang lebih baik dari kehidupannya sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Haji Mabrur artinya haji yang melahirkan kebaikan-kebaikan. Karena itu dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad, Rasullulah SAW ketika ditanya tentang apa itu Haji Mabrur, Beliau menjawab dengan menyebut beberapa contoh kebaikan yang mestinya lahir dari seorang haji. Rasullulah bersabda bahwa kemabruran itu diantaranya dengan memberi makan kepada yang membutuhkan dan menyebarkan salam kepada siapapun serta dalam riwayat lain disebutkan berkata yang baik dengan cara yang baik.
Para Ulama sepakat bahwa yang dimaksud perubahan ini bukan merupakan hasil yang serta merta pasti didapatkan setelah pulang berhaji. Sikap dan perilaku yang baik atau bahkan lebih baik dari sebelum berhaji merupakan hasil dari usaha yang sangat sungguh-sungguh mulai dari persiapan berangkat haji, selama pelaksanaan haji, sampai kembali dari tanah suci ke tanah air.
Tips :
Segera buat Check List atas hal-hal yang perlu diperbaiki pada diri anda, segera berkonsultasi kepada Ahli Agama (Para Ustadz).
Senin, September 08, 2008
Tandai Koper Haji

Salah satu kelengkapan penting bagi jamaah Haji adalah Koper pakaian. Koper jamaah haji Indonesia dibagikan melalui Bank tempat kita membayarkan ONH (Ongkos Naik Haji) bersamaan dengan tas jinjing dan tas paspor. Bentuk dan warna koper, tas jinjing dan tas paspor sama untuk seluruh jamaah haji Indonesia. Foto di atas adalah salah satu contoh koper dan penandaan yang kami buat untuk membedakan koper regu kita dengan koper regu/rombongan lain.
Dengan penandaan block cat warna merah tersebut akan membantu kita untuk mencari dengan cepat saat pembongkaran koper, baik saat di embarkasi, di Jedah, Madinah maupun Makkah. Sabuk warna orange kami peroleh dari yayasan tempat kami bergabung (Yayasan Multazam, pimpinan H. Qomaruddin), sabuk selain berguna sebagai tanda juga sebagai pengaman koper karena sejak tahun 2007 pihak Garuda melarang jamaah menggunakan jaring nilon sebagai pengaman koper dan melarang jamaah membawa bagasi selain 3 tas tersebut di atas. Alasan pastinya untuk menghindari menggelembungnya koper/beranaknya koper saat kepulangan ke Tanah Air. Tanda dari Departemen Agama biasanya dalam bentuk pita yang dibedakan antar rombongan dalam satu kloter. Ada berbagai tanda yang dibuat, di bawah ini salah satu contoh penandaan koper dari regu lain

Berikut foto tas paspor dan tas jinjing, tas warna merah adalah tas jinjing pembagian dari Yayasan Multazam tempat Saya Manasik Haji. Tas warna merah ini ternyata sangat praktis dan bermanfaat disamping diperbolehkan oleh Pihak Garuda. Saya memanfaatkan Tas ini untuk tempat Al-Qur'an, Buku Doa, Sajadah, Sandal dan Air Aqua sedang di kanan/kirinya.







